Senin, 12 Desember 2011

Kehidupan Dalam Bersosialisasi



Kata Pengantar


       Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat Limpahan karunianya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah kehidupan bersosialisasi.


Landasan teori

   A.  Sosialisasi adalah satu konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif.


Sosialisasi terdiri dari :
·           Jenis sosialisasi
·           Tipe sosialisasi
·           Pola sosialisasi
·           Proses sosialisasi

1.Jenis sosialisasi teridiri dari :
A. Sosialisasi primer
B. sosialisasi Sekunder

2.Tipe sosialisasi :
A. Formal
B. informal

3.Pola Sosialisasi
A. Sosialisasi Represif
B. Sosialisasi Partisipatoris

4.Proses Sosialisasi
A.  Tahap persiapan (Preparatory Stage)
B.  Tahap meniru (Play Stage)
C.  Tahap siap bertindak (Game Stage)
D.  Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage)


A.Pembahasan / Isi

a. Syarat terjadinya Sosialisasi
sosialisasi biasa dikatakan pemberitahuan atau pemaparan suatu hal yang akan diinformasikan kepada semua pendengar. bisa juga sebagai ajang promosi. jadi sosialisasi itu sebagai penyebar luasan informasi agar dilaksanakan menjadi kebiasaan tetapi dapat juga sebagai pengenalan atas sesuatu kepada setiap orang.
Sosialisasi berlangsung sepanjang hidup manusia dan baru akan berakhir setelah manusia mati. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi merupakan proses seseorang belajar untuk membentuk diri sehingga orang yang bersangkutan dapat diterima dalam masyarakat.

b. Tujuan bersosialisasi
Tujuan orang bersosialisasi adalah.
a. Mengembangkan kemampuan seorang anak dalam kehidupan untuk berkomunikasi secara efektif
b. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat,
c. Menanamkan nilai-nilai kepercayaan kepada seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat
d. Peroses sosialisasi dan kepribadian

Sosialisasi pada dasarnya, memberikan dua kontribusi fundamental bagi kehidupan kita.


*Pertama, memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat,


*kedua, memungkinkan lestarinya suatu masyarakat karena tanpa sosialisasi akan hanya ada satu generasi saja sehingga kelestarian masyarakat akan sangat terganggu.

Agar dua hal tersebut dapat berlangsung maka ada beberapa kondisi yang harus ada agar proses sosialisasi terjadi.
*Pertama adanya warisan biologikal,
*kedua adalah adanya warisan sosial.




c. Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian dalam Bersosialisasi

Sosialisasi juga dipengaruhi adanya lingkungan yang baik yang menunjang proses tersebut, dimana didalamnya terjadi interaksi sosial, dan berpengaruh terhadap kebripadian seseorang.
Setiap orang pastinya mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. entah itu mudah tersinggung,pemarah, pendiam, dll.
Namun disamping itu, tahu kah anda? Bahwa kepribadian setiap orang itu tertanam mulai sewaktu iya baru lahir, baik dalam keluarga, pergaulan, dan media massa,

1.Keluarga
Sosialisasi pertama yang dilakukan dalam keluarga inti terutama orang tua
sehingga dapat mempengaruhi perkembangan jiwa terutama kepribadian seseorang di masa yang akan datang
.
Contohnya : Seorang balita yang sedang bermain bersama ibunya, lalu kepalanya terbentur dinding sehingga dia menangis, untuk menenangkan anak tersebut, ibunya pasti akan berpura-pura memukul dinding tersebut, seakan-akan dinding itu yang salah, tanpa disadari hal sekecil itu pun akan berpengaruh terhadap kepribadian anak tersebut, sehingga dia akan cenderung menyalahkan orang lain, walaupun anak tersebut yang salah.


2.Pergaulan
Selain dalam keluarga, proses sosialisasi juga dilakukan dimana saja, termasuk dalam pergaulan sehari-hari (berkelompok), faktor kedua ini biasanya cenderung terjadi kepada pelajar, bersosialisasi sangatlah penting namun harus memiliki batasan diri dan dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, karena jika tidak, hal tersebut mungkin akan berbalik (menjerumuskan), contohnya yaitu : jika seorang pelajar memiliki teman yang biasanya rajin belajar,ia akan mengikuti temannya untuk rajin belajar.Tetapi jika ia bergaul dengan teman yang sering ikut tawuran kemungkinan ia juga akan mengikuti temannya tersebut, lain hal nya jika ia dapat membedakan mana yang baik atau salah, biasanya dipengaruhi oleh faktor keluarga, seperti orang tua yang seharusnya lebih protektif lagi terhadap anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa. karena perhatian dari orang tua adalah faktor terpenting bagi si anak untuk tidak terjerumus kedalam hal-hal negatif.


3.Media massa
Dalam bersosialisasi setiap orang juga tidak bisa lepas dari media massa, karena media massa merupakan sumber informasi yang perlu diketahui oleh tiap orang, dengan adanya media massa kita dapat lebih banyak menyerap ilmu, tapi hal ini dipengaruhi juga dari segi pemanfaatanya, jika seseorang memanfaatkan media massa sebagai acuan untuk melakukan aksi teror, itu malah membuat sekumpulan masyarakat menjadi cemas, dan menimbulkan kecurigaan yang mendalam terhadap satu sama lainnya. 


Contoh lainnya :
1) adegan-adegan yang berbau pornografi telah mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat 


2) penayangan berita-berita peperangan, film-film, dengan adegan kekerasan atau sadisme diyakini telah banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak-anak yang menonton. 


3) Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya. 


d.Bersikap terhadap orang lain
Dalam bersikap terhadap sesama, diperlukan suatu etika yang santun dalam berbicara dan menyampaikan pendapat, terutama kepada orang yang lebih tua dari kita. kita wajib menghormati dan menghargai orang tua tersebut, orang yang lebih tua pun juga wajib menghormati dan menghargai kepada orang yang lebih muda Karena dalam bersosialisasi diperlukan sikap saling menghormati dan menghargai, tiap orang pasti akan menilai sikap dan kepribadian terhadap yang bersangkutan,





a. Kesimpulan dan saran

Sosialisasi memang sangatlah penting bagi kehidupan dalam bermasyarakat, tiap orang tidak bisa hidup tanpa adanya interaksi satu sama lainnya, walaupun dalam bersosialisasi memiliki dampak baik dan dampak buruk, semua dampak buruk sebenarnya bisa diatasi jika sewaktu kecil ditanamkan sikap yang baik dan mampu menguasai kepribadian kita.



Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar