Senin, 12 Desember 2011

Pemrograman Berorientasi objek



 Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat Limpahan karunianya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah Pemrograman Berorientasi Objek.


Landasan Teori

Object Oriented Programming merupakan sebuah konsep pemrograman, dengan kata lain yaitu cara berpikir tentang aplikasi yang mempelajari pemikiran bahwa aplikasi bukan sekedar prosedur melainkan sebagai object yang nyata. Objek yang dimaksud yaitu memiliki pengertian suatu modul yang mengkombinasikan antara data dan kode program yang bekerja sama dalam program yang mengalami proses satu sama lain.
Object oriented programming yang paling populer adalah java dan C++, tetapi visual basic pun sudah ikut menambahkan kemampuan ini sejak meluncurkan VB 4.0Dengan OOP setiap objek dapat menangani data, mendapatkan pesan, dan transfer pesan ke objek lainnya.
Pemrograman berorientasi objek telah mengambil arah yang berbeda, dan menekankan pada objek dan informasi. Dengan pemrograman berorientasi objek, masalah akan dipecah menjadi beberapa unit. Unit ini disebut objek. Dasar dari OOP adalah penekanan pada objek dan kelas.



Pembahasan

A.Pengertian dari Object Oriented Programming

Object Oriented Programming merupakan pengembangan suatu software yang didasarkan kepada interaksi objek dalam penyelesaian suatu proses. Interaksi tersebut mengambil form dari pesan-pesan dan mengirimkannya kembali antar objek tersebut, objek akan merespon pesan tersebut menjadi sebuah metode/tindakan.
Ada perdebatan tentang definisi yang tepat untuk diberikan kepada pemrograman berorientasi objek. Ada juga telah beberapa perdebatan tentang gagasan utama di balik konsep tersebut. Singkatnya, pemrograman berorientasi objek adalah teknik menulis teks aplikasi yang dibagi menjadi beberapa modul.
 Ada beberapa karakteristik umum yang ditemukan dibahasa pemrograman berorientasi objek. Yaitu pengelompokan data dan fungsi, pemisahan interface dengan implementasi, dan berbagai kode. Pada tingkat yang paling dasar, pemrograman berorientasi objek adalah metode yang berbeda untuk memecahkan masalah.


B. Sejarah pemrograman berorientasi objek

Dasar Pemrograman Berorientasi Objek dimulai pada awal 1960-an. Bahasa pemrograman pertama yang dirancang untuk tujuan menciptakan simulasi, dan dikembangkan oleh Kristen Nygaard dan Ole-Johan Dahl di Norwegia.
Istilah Pemrograman Berorientasi Objek pertama kali digunakan oleh Xerox PARC dalam bahasa pemrograman Smalltalk. Hal ini digunakan untuk merujuk kepada proses menggunakan benda sebagai dasar untuk perhitungan. Smalltalk terinspirasi oleh proyek 67simula.

Simula 67 adalah sistem inovatif yang telah mengilhami sejumlah besar bahasa pemrograman lain, dan beberapa diantaranya termasuk Pascal dan Lisp. Pada 1980-an, pemrograman berorientasi objek telah menonjol, dan faktor utama dalam hal ini adalah C++. Pemrograman berorientasi objek juga penting bagi pengembangan antarmuka pengguna grafis.


C. UML dalam pengembangan OOP

Penggunaan bahasa pemograman yang memiliki paradigma bahasa pemograman berbasiskan objek, dalam tahap awal perencanaan pengembangannya harus senantiasa melalui tahap pemodelan. Pemodelan dilakukan setidaknya dikarenakan mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu:
  • Perlu adanya dokumentasi yang spesifik akan program, namun mudah dimengerti sebagai bahan pegangan oleh pengembang program maupun diskusi dengan client.
  • Pemodelan dilakukan sebagai upaya mereduksi kesalahan program sejak awal untuk menekan beban biaya dan waktu yang dibutuhkan.
  • Sebagai bahan evaluasi efektif dan efisien secara terus-menerus dalam upaya perampungan program yang akan di kembangkan.
UML mendeskripsikan OOP (Object Oriented Programming) dengan beberapa diagram, diantaranya:

Diagram struktur:
1. Diagram kelas
2. Diagram obyek
3. Diagram komponen
4. Diagram deployment

Diagram perilaku:
1. Diagram use-case
2. Diagram urutan/sekuen
3. Diagram kolaborasi
4. Diagram statechart
5. Diagram aktivitas


D.Masalah pemrograman berorientasi objek
 Ada sejumlah kesalahan yang dapat membuat programmer ketika mereka menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek. Salah satu contoh dari hal ini adalah melihat jenis objek bukannya keanggotaan itu adalah terkait dengan. Ketika ini terjadi, keuntungan dari polimorfisme dan pewarisan melemah. Ini hanyalah salah satu dari banyak masalah programmer mungkin menghadapi ketika mencoba untuk membuat sebuah aplikasi dengan pendekatan pemrograman berorientasi objek. Salah satu ciri dari OOP adalah bahwa ia mendukung apa yang disebut sentralitas kode. Kode sentralitas terhubung ke warisan. Banyak kritikus menunjukkan bahwa sentralitas kode membuat kode lebih mahal untuk menjaga.
Biaya yang terlibat dengan kode mempertahankan dapat menjadi tinggi dengan aplikasi besar yang terlibat. Jika ada masalah di tingkat yang lebih tinggi dari sistem, hal ini dapat menyebabkan masalah serius. Industri teknologi informasi adalah salah satu yang memiliki turn over tinggi, dan karyawan baru tidak akan begitu akrab dengan kode. Beberapa pengembang yang menjaga kelas tingkat yang lebih rendah telah dikenal untuk menghindari membuat perubahan dalam kode dalam rangka untuk memperbaiki bug. Ini pengembang dapat meminta orang lain untuk memperbaiki masalah. Namun, sentralitas kode dapat diperoleh dengan teknik yang aman. Hal lain yang banyak kritikus menunjukkan tentang OOP adalah bahwa daftar pilihan eksklusif mungkin tidak sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam dunia nyata.



Kesimpulan

Pemrograman Berorientasi Objek mempunyai konsep yang tinggi di bidang  teknologi informasi, hal tersebut meliputi pembuatan program-program, khususnya bagi para pengguna grafis, dari sekian banyak bahasa yang mendukung OOP,pada saat ini OOP yang familiar digunakan adalah C++, java, dan Visual basic.



Sumber :             

Kehidupan Dalam Bersosialisasi



Kata Pengantar


       Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat Limpahan karunianya, kami dapat menyelesaikan penulisan makalah kehidupan bersosialisasi.


Landasan teori

   A.  Sosialisasi adalah satu konsep umum yang bisa dimaknakan sebagai sebuah proses di mana kita belajar melalui interaksi dengan orang lain, tentang cara berpikir, merasakan, dan bertindak, di mana kesemuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting dalam menghasilkan partisipasi sosial yang efektif.


Sosialisasi terdiri dari :
·           Jenis sosialisasi
·           Tipe sosialisasi
·           Pola sosialisasi
·           Proses sosialisasi

1.Jenis sosialisasi teridiri dari :
A. Sosialisasi primer
B. sosialisasi Sekunder

2.Tipe sosialisasi :
A. Formal
B. informal

3.Pola Sosialisasi
A. Sosialisasi Represif
B. Sosialisasi Partisipatoris

4.Proses Sosialisasi
A.  Tahap persiapan (Preparatory Stage)
B.  Tahap meniru (Play Stage)
C.  Tahap siap bertindak (Game Stage)
D.  Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage)


A.Pembahasan / Isi

a. Syarat terjadinya Sosialisasi
sosialisasi biasa dikatakan pemberitahuan atau pemaparan suatu hal yang akan diinformasikan kepada semua pendengar. bisa juga sebagai ajang promosi. jadi sosialisasi itu sebagai penyebar luasan informasi agar dilaksanakan menjadi kebiasaan tetapi dapat juga sebagai pengenalan atas sesuatu kepada setiap orang.
Sosialisasi berlangsung sepanjang hidup manusia dan baru akan berakhir setelah manusia mati. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi merupakan proses seseorang belajar untuk membentuk diri sehingga orang yang bersangkutan dapat diterima dalam masyarakat.

b. Tujuan bersosialisasi
Tujuan orang bersosialisasi adalah.
a. Mengembangkan kemampuan seorang anak dalam kehidupan untuk berkomunikasi secara efektif
b. Memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat,
c. Menanamkan nilai-nilai kepercayaan kepada seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat
d. Peroses sosialisasi dan kepribadian

Sosialisasi pada dasarnya, memberikan dua kontribusi fundamental bagi kehidupan kita.


*Pertama, memberikan dasar atau fondasi kepada individu bagi terciptanya partisipasi yang efektif dalam masyarakat,


*kedua, memungkinkan lestarinya suatu masyarakat karena tanpa sosialisasi akan hanya ada satu generasi saja sehingga kelestarian masyarakat akan sangat terganggu.

Agar dua hal tersebut dapat berlangsung maka ada beberapa kondisi yang harus ada agar proses sosialisasi terjadi.
*Pertama adanya warisan biologikal,
*kedua adalah adanya warisan sosial.




c. Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian dalam Bersosialisasi

Sosialisasi juga dipengaruhi adanya lingkungan yang baik yang menunjang proses tersebut, dimana didalamnya terjadi interaksi sosial, dan berpengaruh terhadap kebripadian seseorang.
Setiap orang pastinya mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. entah itu mudah tersinggung,pemarah, pendiam, dll.
Namun disamping itu, tahu kah anda? Bahwa kepribadian setiap orang itu tertanam mulai sewaktu iya baru lahir, baik dalam keluarga, pergaulan, dan media massa,

1.Keluarga
Sosialisasi pertama yang dilakukan dalam keluarga inti terutama orang tua
sehingga dapat mempengaruhi perkembangan jiwa terutama kepribadian seseorang di masa yang akan datang
.
Contohnya : Seorang balita yang sedang bermain bersama ibunya, lalu kepalanya terbentur dinding sehingga dia menangis, untuk menenangkan anak tersebut, ibunya pasti akan berpura-pura memukul dinding tersebut, seakan-akan dinding itu yang salah, tanpa disadari hal sekecil itu pun akan berpengaruh terhadap kepribadian anak tersebut, sehingga dia akan cenderung menyalahkan orang lain, walaupun anak tersebut yang salah.


2.Pergaulan
Selain dalam keluarga, proses sosialisasi juga dilakukan dimana saja, termasuk dalam pergaulan sehari-hari (berkelompok), faktor kedua ini biasanya cenderung terjadi kepada pelajar, bersosialisasi sangatlah penting namun harus memiliki batasan diri dan dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, karena jika tidak, hal tersebut mungkin akan berbalik (menjerumuskan), contohnya yaitu : jika seorang pelajar memiliki teman yang biasanya rajin belajar,ia akan mengikuti temannya untuk rajin belajar.Tetapi jika ia bergaul dengan teman yang sering ikut tawuran kemungkinan ia juga akan mengikuti temannya tersebut, lain hal nya jika ia dapat membedakan mana yang baik atau salah, biasanya dipengaruhi oleh faktor keluarga, seperti orang tua yang seharusnya lebih protektif lagi terhadap anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa. karena perhatian dari orang tua adalah faktor terpenting bagi si anak untuk tidak terjerumus kedalam hal-hal negatif.


3.Media massa
Dalam bersosialisasi setiap orang juga tidak bisa lepas dari media massa, karena media massa merupakan sumber informasi yang perlu diketahui oleh tiap orang, dengan adanya media massa kita dapat lebih banyak menyerap ilmu, tapi hal ini dipengaruhi juga dari segi pemanfaatanya, jika seseorang memanfaatkan media massa sebagai acuan untuk melakukan aksi teror, itu malah membuat sekumpulan masyarakat menjadi cemas, dan menimbulkan kecurigaan yang mendalam terhadap satu sama lainnya. 


Contoh lainnya :
1) adegan-adegan yang berbau pornografi telah mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat 


2) penayangan berita-berita peperangan, film-film, dengan adegan kekerasan atau sadisme diyakini telah banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak-anak yang menonton. 


3) Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya. 


d.Bersikap terhadap orang lain
Dalam bersikap terhadap sesama, diperlukan suatu etika yang santun dalam berbicara dan menyampaikan pendapat, terutama kepada orang yang lebih tua dari kita. kita wajib menghormati dan menghargai orang tua tersebut, orang yang lebih tua pun juga wajib menghormati dan menghargai kepada orang yang lebih muda Karena dalam bersosialisasi diperlukan sikap saling menghormati dan menghargai, tiap orang pasti akan menilai sikap dan kepribadian terhadap yang bersangkutan,





a. Kesimpulan dan saran

Sosialisasi memang sangatlah penting bagi kehidupan dalam bermasyarakat, tiap orang tidak bisa hidup tanpa adanya interaksi satu sama lainnya, walaupun dalam bersosialisasi memiliki dampak baik dan dampak buruk, semua dampak buruk sebenarnya bisa diatasi jika sewaktu kecil ditanamkan sikap yang baik dan mampu menguasai kepribadian kita.



Sumber :

Minggu, 04 Desember 2011


Tugas Softskill

saat saat jenuh 



seperti yang tertera pada gambar diatas, jangan berpikir negatif dulu,heheh setiap remaja pastinya memiliki rasa kejenuhan yang lebih besar dibanding orang dewasa, namun banyak sekali hal-hal yang dapat menghilangkan kejenuhan, salah satunya seperti contoh diatas, foto ini merupakan gambar teman-teman saya yang mengisi waktu bebasnya dengan cara bermain game, tapi sebelumnya foto ini memang sudah mendapat persetujuan dari pihak yang bersangkutan, dikelas kami 1IA01 banyak sekali kejadian-kejadian humor,terutama salah seorang teman kami yang bernama Amir selalu menjadi bahan lawakan. difoto ini terlihat sekali 2 orang yang sedang bermain game pc PES 2011, namun aslinya banyak sekali teman-teman yang mengantri di samping untuk bermain game tersebut :D. biasanya kami mengadakan moment ini saat pelajaran diperkuliahan selesai, 

Rabu, 16 November 2011

Pada Tanggal 10 November


Hal yang Tak Terduga



Assalamulaikum.wr.wb 
Berikut ini saya akan bercerita singkat mengenai pengalaman saya sampai saat 10 November 2009,


         Saat saya menduduki bangku SMA, saya termasuk orang yang tidak pandai bersosialisasi, selain tidak pandai bersosialisasi saya juga termasuk orang yang sulit memahami pelajaran. Akibatnya nilai-nilai yang didapatkan pada waktu itu merupakan nilai yang rendah, khususnya pada kelas 1. Saya pernah beranggapan bahwa orang memang tidak bodoh, tetapi hanya malas untuk melakukan sesuatu yang penting, dan orang lain juga pasti lebih memandang tinggi kepada orang-orang yang berilmu luas, dibandingkan dengan orang yang hanya berilmu seadanya. 
         Setiap orang itu memang memiliki kemampuan otak yang berbeda,ada yang mudah menangkap konsep pelajaran dan ada juga yang sulit sekali untuk memahami konsep pembelajaran,mungkin saya termasuk orang yang sulit memahami konsep, sehingga hal ini mendorong saya untuk lebih giat lagi dalam belajar memahami sesuatu, dan cara bersosialisasi yang benar, dalam kurun waktu kurang lebih 9 bulan, perubahan yang terjadi dalam diri saya sudah mengalami kemajuan yang cukup baik.Pada tanggal 10 November 2009 saya berhasil meraih program beasiswa yang diselenggarakan antar kelas dari IPS maupun IPA yang hanya diterima 10 orang, hal yang pertama timbul dibenak saya adalah bangga karena dapat menjadi 10 orang yang berprestasi diantara sekian banyak pelajar, dan yang tidak terlupakan adalah bersyukur kepada Allah Swt.
         kesimpulan yang bisa didapat adalah setiap orang baik yang malas maupun rajin dapat merubah hidupnya sesuai yang ia inginkan, jika seseorang memang benar-benar ingin sukses,maka jangan hanya berniat, tetapi harus dilakukan pembuktiannya. 

Kamis, 10 November 2011

Ilmu Sosial Dasar dalam Bidang Antropologi


A.Pendahuluan

1. Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat Limpahan karunianya, saya dapat menyelesaikan penulisan makalah Ilmu Sosial dalam bidang Antropologi.

2.Tujuan Penulisan
Memperbanyak ilmu pengetahuan akan definisi Antropologi dalam ilmu sosial dasar, serta himbauan agar seseorang mampu mengungkapkan tingkah lakunya setelah mengetahui bahwa ilmu sosial dasar itu melibatkan banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari

B.Pembahasan
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.
Antropologi berasal dari kata anthropos yang berarti manusia, dan logos yang berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Para ahli mendefinisikan antropologi sebagai berikut:
William A. Haviland Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
David Hunter Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Koentjaraningrat Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

Secara garis besar antropologi antropologi memiliki cabang-cabang ilmu yang terdiri dari: 
A. Anthropologi Fisik
1.     Paleoantropologi adalah ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil. 
2.     Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik.

B. Anthropologi Sosial dan Budaya
1.     Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal tulisan. 
2.     Etnolinguistik antropologi adalah ilmu yang mempelajari pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dan beratus-ratus bahasa suku-suku bangsa yang ada di dunia / bumi. 
3.     Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
4.     Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang 

C.Kesimpulan
Ilmu Sosial Dasar dalam Antropologi melibatkan beberapa aspek kehidupan yang menyimpang pada keanekaragaman budaya dalam suatu negara, yang awal mulanya itu berasal dari rasa keingintahuan atau ketertarikan orang-orang akan kebudayaan dalam etnis tertentu

Sumber :


    Kamis, 03 November 2011

    Ilmu Sosial Dasar dalam Bidang Sosiologi

    A.Pendahuluan


    1. Kata Pengantar
    Puji syukur kami panjatkan kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat Limpahan karunianya, saya dapat menyelesaikan penulisan makalah Ilmu Sosial dalam bidang Sosiologi.


    2. Latar Belakang
    Bicara mengenai sosiologi, langsung atau tidak langsung membicarakan diri kita sendiri, membicarakan keluarga dan lingkungan kita. Dan ternyata, pembicaraan ini tidak pernah ada ujungnya, karena seiring dengan perubahan zaman dan kemajuan technologi, sikap dan perilaku manusia juga ikut berubah. Intinya saya mau tanya, kira kira siapa yang dianggap ahli sosiologi pada zaman sekarang ini. Kalau memang ada, kita harapkan beliau bisa merumuskan dengan tepat sehingga bisa dijadikan bahan pendekatan dan peyelesaian masalah bangsa kita pada saat ini, terutama bagaimana dengan ilmu sosiologi bisa menghilangkan korupsi di Indonesia.
    Artinya - Pakar Sosiologi jangan hanya mempelajari atau menganalisa yang sudah atau sedang terjadi, bagaimana kalau mengadakan kajian bagaimana sifat bangsa Indonesia dalam kurun waktu satu atau dua dekade mendatang, sehingga dengan kajian tersebut bisa mengeleminasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi dan mendorong hal yang positif dan menguntungkan bagi anak bangsa.





    B.Pembahasan


    Sosiologi sebagai ilmu sosial
    1. Sosiologi bersifat empiris, Sosiologi dalam melakukan kajian tentang masyarakat didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif, dan menggunakan akal sehat (commonsense).
    2. Sosiogi berifat teoritis, Sosiologi berusaha menyusun abstraksi dari hasil hasil observasi. Abstraksi adalah kerangka dari unsur-unsur yang didapat di dalam observasi, disusun secara logis, serta memilki tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat.
    3. Sosiologi berifat kumulatif, Teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori lama.
    4. Sosiologi besifat non etis, Yang dilakukan sosiologi bukan mencari baik buruknya suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis. Itulah sebabnya para sosiolog tidak bertugas untuk berkhotbah dan mempergunjingkan baik buruknya tingkah-laku sosial suatu masyarakat.

    Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.
    • Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
    • Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
    • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
    • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
    • Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
    • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
    • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.


    Kesimpulan 
    Dari penegertian IDS dalam pembahasan yang lalu, dapat kita kombinasikan dengan ilmu sosiologi bahwa suatu kehidupan dalam masyarakat itu sangat dominan dengan adanya suatu kontak antar sesama dan untuk mewujudkan suatu kontak yang baik, maka dibuatlah ilmu pengetahuan tentang sosiologi




    Sumber:


    1. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090727054745AAb3ktZ
    2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi